Langkah Awal Menuju Harapan
Teet…teet…teet…(bunyi
bel istirahat di SMP N 01 Tambakromo itu pun berbunyi)
Seperti biasa
mereka selalu menjalani aktivitas bersama di sekolah. Iya mereka, mereka
sahabat
yang selalu
bersama dalam suka maupun duka. Dengan personil 9 orang ini, Aya adalah salah
satu nama
personil dari geng tersebut. Waktu itu Aya memutuskan untuk mengambil waktu
istirahatnya
sendiri tanpa kebersamaan dengan teman-temannya.
Aya
segera bergegas menuju papan pengumuman depan ruang Tata Usaha dengan
mengeluarkan
tenaga untuk berlari sekencang mungkin, karena dia melihat sudah begitu banyak
sekerumunan siswa
ataupun siswi didepan papan pengumuman tersebut. Itu membuatnya
semakin ingin
cepat menggapai isi dari pengumuman hari itu. Senyum kecil terpasang di bibir
Aya, sambil
berkhayal dan melukis impian di depan papan pengumuman.
“Ayaaa… gimana
mau nyoba ngga?”
(ujar salah
satu teman dekatnya bernama Salma, menghapus imajinasi Aya yang tengah
merangkai mimi
saat itu)
“eh.. Salma,
iya deh kayak nya, kamu juga mau ikut kan?”
Senyum manis
penuh ajakan yang di lontarkan Aya kepada Salma, terbalaskan anggukkan penuh
keyakinan dari
Salma.
Itu tandanya
Salma berkata “iya” .
Ya !
hari itu, hari dimana bermulanya seorang Aya menemukan hobi dan kemampuan
yang dia
miliki,dia tekuni dan dia percayai akan hadirnya kesenangan dalam kehidupanya
hingga saat
ini. “Pemain Bola Basket Internasional” ya ! empat kata penuh makna ini yang
menjadi sorotan
mata seorang Aya untuk digapainya saat itu.
Seleksi
tim inti basket putri SMP 01 Tambakromo dimulai sore itu. Sempat hadir
perasaan minder
menghapiri diri Aya, namun dengan segala cara dia meyakinkan bahwasanya
dia sanggup
atas seleksi ini, dan dia akan masuk tim inti muda basket putri pada tahun ini.
Perkataan hati
yang disertai keyakinan penuh memang tidak pernah salah, nama Aya terpanggil
oleh Pak Slamet
dalam pengumuman kelolosan tim inti basket putri pada sore itu.
Pak
Slamet selaku Pembina tim inti basket putra dan putri tahun itu memberi ucapan
selamat kepada
nama nama yang telah terpanggil dalam seleksi tersebut. Senyum kebanggaan
penuh syukur
yang kini terpasang di bibir Aya. Betapa senang nya dia sore itu.
Sangat disayangkan kesenangan Aya
sore itu terbalaskan amarah dari kedua orang
tuanya. Kedua
orang tua Aya yang tidak pernah menyetujui keikutsertaan Aya dalam
ekstrakulikuler
tersebut, kini membuat Aya menjadi sedih. Awalnya Aya masih mengikuti
latihan
tersebut selama 7-9 hari. Dan di hari ke –15 nanti akan diadakan pertandingan
bola basket
dengan SMP 02
Tambakromo. Pertandingan itu akan menjadi awal perjuangan Aya di
area lapangan
basket, dia akan mengeluarkan segala kemampuan dan potensinya pada hari itu.
Belum menginjak
hari ke -15, kedua orang tua Aya menarik nama Aya dari tim inti basket putri
tersebut secara
paksa. Apalah daya seorang anak kalau bukan hanya untuk menuruti kemauan
orangtuanya.
Priiiitt…priiiitt…. (peluit pun
dibunyikan oleh sang wasit yang tengah melakukan jump
ball di
lapangan, dan semua itu pertanda bahwasanya pertandingan telah resmi dimulai).
Hari itu Aya
hanya bisa berdoa agar dia diberi kesempatan untuk ikut serta dalam
pertandingan
yang
diadakan pertama kalinya di SMP nya
waktu itu
Score 4 : 8 yang mana keunggulan itu
diambi alih oleh SMPN 2, disaat seperti itulah
anak-anak tim
inti basket putri meminta kepada Pak Slamet selaku Pembina untuk memasukkan
kembali seorang
Aya yang mana sebelumnya dia termasuk bagian dari tim tersebut. Dengan
segala cara Pak
Slamet meminta izin kepada orangtua Aya agar dibolehkan masuk pada
pertandingan
tersebut, dengan sangat sangat terpaksa akhirnya orangtua Aya mengizinkannya.
Dengan
masuknya Aya dalam pertandingan tersebut membawa kemenangan besar untuk
SMPN 1
Tambakromo karena telah memenangkan pertandingan ini dengan meraih score 16 :
10
Unggul 6 poin
diatas SMPN 2 tentunya sudah membanggakan SMPN 1 tercinta. Harapan Aya
kedepan adalah
dukungan orangtuanya atas bakat yang dimiliki Aya hingga tercapai cita-citanya
menjadi “Pemain
Bola Basket Internasional” seperti yang ia pernah bayangkan sebelumnya.
Komentar